TEKS EDITORIAL
Pengertian Teks Editorial
Teks editorial adalah teks yang ditulis oleh redaksi media dan merupakan pandangan dan sikap resmi suatu media terhadap peristiwa yang aktual, fenomenal, dan kontroversial. Teks editorial juga dikenal sebagai tajuk rencana.
Teks editorial biasanya terdapat pada rubrik Opini. Rubrik ini berisi editorial dan surat dari pembaca. Jadi, editorial dan surat pembaca adalah dua hal yang berbeda ya. Editorial dibuat oleh jajaran redaksi media massa, sedangkan surat pembaca merupakan tulisan yang dikirim oleh masyarakat biasa.
Fungsi Teks Editorial
Fungsi dari teks editorial adalah untuk menanggapi suatu isu yang sedang beredar, memberikan saran, dan melatih pembaca supaya berpikir kritis. Isu yang dibahas bisa berupa masalah ekonomi, politik, kesehatan, pendidikan, sosial budaya, olahraga, dan lain sebagainya.
Struktur Teks Editorial
Editorial termasuk ke dalam jenis eksposisi. Maka dari itu, struktur teksnya meliputi pengenalan isu (tesis), argumentasi, dan penegasan.
1. Pengenalan Isu
Pengenalan isu (tesis) adalah bagian pendahuluan dari teks editorial. Di sini, pihak redaksi mengenalkan masalah yang akan dibahas. Masalah atau peristiwa tersebut bersifat aktual, kontroversial, dan fenomenal. Pokoknya, berita yang lagi hangat-hangatnya dibahas deh.
2. Penyampaian Pendapat atau Argumentasi
Struktur yang kedua yaitu penyampaian pendapat atau argumentasi. Di dalamnya, berisi fakta-fakta yang berasal dari hasil penelitian. pernyataan para ahli, maupun referensi yang dapat dipercaya.
Kemudian, penulis akan mengomentari fakta berdasarkan sudut pandangnya, sehingga tampak berpihak sesuai dengan isi teks editorial. Tujuan argumentasi untuk mempengaruhi serta meyakinkan pembaca.
3. Penegasan Ulang
Bagian terakhir teks editorial adalah penegasan ulang, yang berisi kesimpulan, saran atau rekomendasi. Di dalamnya juga terselip harapan redaksi kepada para pihak terkait untuk mengatasi persoalan tersebut.
Ciri-Ciri Teks Editorial
Sebuah teks bisa dikatakan sebagai editorial apabila mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
1. Mengandung isu yang hangat dibicarakan
Topik yang dibahas di dalam teks editorial merupakan berita yang ramai diperbincangkan khalayak, diliput oleh berbagai media, bersifat luar biasa, atau menuai pro dan kontra. Contohnya: Tragedi Stadion Kanjuruhan, Kenaikan Harga BBM, KTT 20 di Bali, dan sejenisnya.
2. Sistematis dan logis
Teks editorial terstruktur rapi dan mengandung fakta berdasarkan data atau pendapat ahli. Masalah yang dibahas benar-benar terjadi, masuk akal, dan tidak imajinatif.
3. Menyatakan opini untuk meyakinkan pembaca
Teks editorial adalah sikap dan pandangan dari media terhadap suatu peristiwa. Jajaran redaksi berusaha mempengaruhi dan meyakinkan pembaca dengan memberikan argumen-argumen berdasarkan fakta yang diperoleh di lapangan.
4. Kalimatnya lugas
Kalimat yang dipakai dalam teks editorial adalah kalimat yang singkat, padat, jelas, dan tidak bertele-tele.
Kaidah Kebahasaan Teks Editorial
Kaidah kebahasaan adalah aturan kebahasaan atau ciri tertentu yang melekat pada suatu teks. Dalam menyusun teks editorial, terdapat kaidah-kaidah kebahasaan yang biasa digunakan, yaitu:
1. Kata Populer
Kata populer adalah kata yang digunakan dan dipahami masyarakat secara umum dalam komunikasi sehari-hari.
Contoh:
- Belum ada waktu yang tepat untuk membahas hal tersebut.
- Belum ada momentum yang tepat untuk membahas hal tersebut.
- Kata populer pada 2 kalimat di atas adalah waktu, karena kata momentum jarang sekali kita gunakan dalam percakapan.
2. Kata Ganti Penunjuk
Kata ganti atau pronomina adalah kata yang digunakan untuk mengganti penyebutan benda. Ditandai dengan kata ini, itu, dan tersebut.
Contoh:
- Wabah korona belum juga mereda, tercatat 42 orang meninggal karena virus tersebut.
- Sungguh, kenaikan harga itu merupakan kado yang tidak simpatik,
tidak bijak, dan tidak logis.
3. Konjungsi Kausalitas
Konjungsi kausalitas adalah kata sambung yang menghubungkan dua klausa atau lebih untuk menggambarkan sebab akibat.
Contoh:
- Kebijakan tadi perlu didukung karena dapat mencegah penyebaran virus.
- Karantina mandiri tidak dilakukan. Akibatnya, jumlah kasus positif terus bertambah.

Tidak ada komentar