Memetik Keteladanan dari biografi pahlawan. X.sem 2
Teks
biografi adalah teks yang berisikan kisah
suatu tokoh dalam mengarungi kehidupannya. Teks ini ditulis oleh
seseorang agar tokoh tersebut dapat diteladani banyak orang.
Umumnya, teks biografi berisi sejarah
hidup seseorang sejak lahir hingga saat ini. Bahkan, sampai tokoh tersebut
meninggal dunia. Selain itu, kamu juga bisa mencantumkan permasalahan yang
pernah dihadapi, maupun kelebihan-kelebihan tokoh yang dapat menginspirasi pembaca.
Tujuan Teks Biografi
Teks biografi bertujuan untuk menceritakan
kehidupan seseorang (tokoh terkenal maupun figur sejarah), mulai
dari latar belakang keluarga, pendidikan, dan pengalaman hidupnya. Sehingga,
pembaca dapat mengambil hikmah atau menjadikannya
sebagai inspirasi dan menerapkannya di dalam
kehidupan mereka.
Ciri-Ciri Teks Biografi
Teks
biografi juga memiliki karakteristik atau ciri-ciri tertentu. Berdasarkan
ciri-ciri teks biografi ini,
1.
Berisikan fakta yang
didasarkan pada pengalaman hidup tokoh.
- Disajikan
dalam bentuk narasi.
- Menceritakan
peristiwa penting yang dialami sang tokoh sehingga bisa dijadikan teladan
bagi pembaca.
Struktur Teks Biografi
Struktur teks biografi terdiri atas tiga bagian, yaitu orientasi,
kejadian atau peristiwa penting, dan reorientasi. Berikut
masing-masing penjelasan lengkapnya:
1. Orientasi
Orientasi
merupakan struktur bagian awal dari teks biografi. Bagian ini mencakup pengenalan
tokoh dan latar belakang kisah atau peristiwa yang akan
diceritakan pada bagian selanjutnya.
Orientasi
berfungsi untuk memudahkan pembaca dalam memahami informasi dasar mengenai
peristiwa yang diceritakan. Bagian ini juga merupakan pengantar sebelum masuk
ke pembahasan yang lebih rinci.
2. Kejadian atau Peristiwa Penting
Selanjutnya,
peristiwa penting. Pada bagian ini, diceritakan tentang rangkaian peristiwa,
yaitu kejadian-kejadian utama yang dialami tokoh. Bagian
ini disusun secara kronologis sesuai urutan waktu. Terkadang, penulis juga
menyertakan beberapa komentar pada bagian-bagian tertentu dalam kronologi
peristiwa.
Bagian ini juga merupakan inti
dari teks biografi karena pada bagian inilah pembaca dapat mengambil hikmah dan
teladan dari kisah hidup sang tokoh.
3. Reorientasi
Terakhir
yaitu reorientasi. Bagian ini berisi komentar atau pernyataan
simpulan mengenai rangkaian peristiwa yang telah diceritakan
sebelumnya. Reorientasi berperan sebagai penutup pada teks biografi dan
bersifat opsional.
Bagian ini
memudahkan pembaca dalam memahami peristiwa yang telah diceritakan dan memahami
alasan tokoh tersebut patut dijadikan teladan bagi banyak orang.
Unsur-Unsur Teks Biografi
Unsur-unsur teks
biografi, merujuk pada komponen-komponen yang membentuk struktur dan
karakteristik dari sebuah tulisan biografi. Unsur-unsur yang ada pada teks biografi
adalah sebagai berikut:
- Cerita latar belakang keluarga
tokoh.
- Cerita latar belakang
pendidikan tokoh.
- Masalah atau kesulitan yang
dialami tokoh dan cara tokoh menghadapinya.
- Keistimewaan tokoh.
- Keteladanan tokoh.
a.
Penjelasan
Biografi
Kata biografi secara harfiah berasal dari bahasa Yunani, yaitu bios yang bermakna hidup dan graphien yang berarti tulis (Darmawati, 2013: 92). Dengan kata lain, biografi merupakan tulisan tentang kehidupan seseorang yang ditulis oleh orang lain. Umumnya biografi berisi tulisan yang memaparkan riwayat kehidupan seseorang berdasarkan fakta, data, dan peristiwa atau kejadian yang dialami. Bahasa yang digunakan dalam teks biografi harus lugas, jelas, serta tidak bertele-tele agar tidak menimbulkan pemahaman yang berbeda dan bias pada pembaca. Isi biografi tidak hanya berupa biodata, daftar nama, data kelahiran, dan informasi lainnya, tetapi lebih kompleks. Dapat juga berisi pandangan, sikap, perasaan, pemikiran hingga peristiwa atau kejadian yang dialami tokoh. Akan tetapi, tidak semua aspek atau peristiwa diceritakan, hanya hal yang dinilai penting atau menarik untuk diketahui dan bermanfaat bagi pembaca. Oleh karena itu, tokoh atau sosok dalam biografi bukanlah tokoh atau sosok biasa, tetapi merupakan orang yang berpengaruh, sudah sukses, orang yang berjasa, dan sebagainya. Hal ini bertujuan agar isi teks biografi dapat menjadi pelajaran hidup atau inspirasi dan bermanfaat bagi pembacanya.
b.
Ide
pokok dan ide penjelas
Untuk
memahami sebuah teks biografi, kalian perlu memperhatikan ide pokok dan ide
penjelas di dalamnya. Ide pokok merupakan sebuah topik yang menjadi pokok
pengembangan paragraf. Karena itu, bentuk kalimatnya bersifat umum. Letak ide
pokok umumnya mengikuti letak kalimat utama, yaitu pada awal
paragraf
(deduktif), akhir paragraf (induktif), dan campuran keduanya. Berikut
ini contoh
letak ide pokok pada paragraf deduktif dan induktif.
1.
Ide
pokok pada paragraf deduktif
Aman Datuk Madjoindo lebih dikenal sebagai penulis cerita anak-anak. Ketenarannya sebagai penulis cerita anak disebabkan profesinya sebagai pengasuh rubrik cerita anak-anak di majalah Panji pustaka. Di majalah mingguan itu, ia sering memublikasikan cerita anak. Sudah tidak terhitung jumlah cerita anak yang sudah ditulisnya selama bekerja di majalah tersebut.
2. Ide pokok pada paragraf induktif
Kartini saat itu menganggap wanita pribumi banyak yang tidak memiliki pendidikan layak sehingga tidak mengenal baca tulis. Mereka juga sering mendapat perlakuan diskriminasi jenis kelamin. Selain itu, wanita pribumi juga kerap tidak mendapatkan persamaan hak, kebebasan berpendapat, dan kesetaraan hukum. Itulah beberapa alasan Kartini yang bercita-cita ingin memajukan wanita Indonesia
Tidak ada komentar